-
Milad
Info A1 dari Tondy masih kupegang. Mungkin aku memang dendam sama modernitas. Nggak bisa menerima bahwa diriku ternyata masih sangat attached dengan barang-barang urban. Aku pengen dunia cepat direset karena pengen tahu apakah aku termasuk yang layak. Apakah setelah perjalanan–yang kuanggap–berat ini, levelku mencukupi untuk dipertahankan belajar di sesi kehidupan kali ini? I’m so dying…
-
Ancient and Far
Aku sudah sejak lama sering merhatiin awan. Waktu kecil, biasanya kalau naik mobil ke kota aku lihat ke awan supaya nggak mabuk kendaraan. Dulu, Cianjur itu kan dataran tinggi, terus cukup terpencil juga, jadi sebetulnya dulu itu masa kecilku mirip seperti tanah impian yang sekarang kuidam-idamkan. Langitnya bersih, tanahnya subur, banyak pohon dan tanaman. Kalau…
-
Solid Ice
Do you see those crystals? Or do you see through them? Isn’t it amazing that life had been this way for such a long, long time? Life so stubborn. It’s a compact ground. It’s annoying. But I do know why. It’s the eternity. Time and space are immutably frozen. Nothing stay changing. We shouldn’t be…
-
Bertambah Indah Segalanya
Tiba-tiba, banyak hal jadi terasa seperti omong kosong. Semua usaha dan keyakinanku seperti ada yang mengacak-acak. Entahlah. Mungkin memang aku nggak layak dititipi sesuatu. Tapi siapa aku kok berani menjudge ini-itu terhadap diriku sendiri? Aku nggak pernah menyangka bahwa di titik ini aku adalah orang yang sangat peragu. Tapi benarkah itu? Benarkah tidak ada sama…
-
Awan dan Hujan
Berkabung ternyata sangat melelahkan. Fisik dan mental. Kalau buat bapakku mungkin fisiknya yang lebih terkuras. Makanya aku ketar-ketir waktu tahlilan malam ketujuh bapakku tepar. Kalau buatku lebih melelahkan secara mental. Bayangin aja rumahmu selalu ramai selama tujuh hari tujuh malam. Bagi manusia kuper kayak aku, rasanya capek banget. Meskipun aku bisa memaklumi bahwa keramaian tersebut…
-
Fierce Water
How to be brave? I want to be brave. For myself. For my blood. For the rest of the world. I want to be like fire. But the only way for me is to become a tsunami. But tsunami is huge. I am so small. Smaller than the ants. And I can’t lift things 50…
-
Waktu yang Tepat untuk Mencari Teman
Aku muak dengan asap rokok, tapi toh aku tetep merokok. Aku juga udah muak sekali dengan lewd stuff, tapi ya tiap hari masih dibuka juga. Apakah ini berarti semua keenggananku ini omong kosong belaka? Atau memang seluruh jalan hidupku ya omong kosong, sebagaimana seluruh jalan hidup siapapun. Rasanya mau melangkah ke mana-mana, salah. Tapi karena…
-
Kumat Nih-il
Ada titik di mana aku berpikir… buat apa sih mengenal diri sendiri? Memangnya kalau sudah kenal, bisa berbuat apa? Sepenting itukah memahami diri sendiri? Apa jaminannya bahwa usaha untuk lebih mengenal diri akan berhasil? Kenapa juga harus ada jaminan? Tapi di sisi lain, mungkin aku diuntungkan juga karena dulu sempat begitu getol PDKT sama diri…
-
Urat Sedih
Aku mungkin sudah kecanduan bersedih. Mungkin sudah sejak lama sih. Meskipun sering mengeluh karena bersedih mulu kayak orang nggak ada kerjaan, tapi sebetulnya ada perasaan nyaman. Entahlah. Rasanya betah aja. Kayak hangat-hangat gimana gitu. Seolah-olah semua yang ada di sekitarku pun sebenarnya lagi pada bersedih. Jadi aku ini cuma ikut-ikutan aja. Atau sebaliknya. Ketika aku…
-
Angin pun Berlalu
Di dunia ini ada begitu banyak hal yang bisa disedihi. Dan mungkin memang perlu. Tapi sepertinya cukup jarang kita mengalami kesedihan yang benar-benar murni hanya bersedih. Sering kita mengalami perasaan sedih yang muncul karena keberadaan jenis emosi yang lain. Misalnya marah. Ketika marah sama seseorang atau sama diri sendiri, bisa jadi muncul rasa sedih juga.…