-
Kisah Cinta
Sebaiknya kutegaskan dulu sejak awal mula. Ini bukan kisah cinta. Jangan percaya dengan kisah cinta. Cinta tidak ada. Sebagaimana manusia yang tadinya tiada, akan kembali tiada suatu saat di depan sana. Aku berani jamin. Mudah saja menarik kesimpulan yang begitu masuk akal ini. Aku sendiri lahir setelah sebelumnya tak ada. Kelak, yang mana pasti, aku…
-
SIMULASI
“Aku ini sebenarnya Tuhan, lho.” Mungkin orang lain akan kaget atau menganggap Nina sakit gila, tapi karena aku sudah terbiasa dengan omongan anehnya, aku jadi tahu reaksi seperti apa yang (mungkin) harus kutampilkan. “Tuhan yang mana nih?” tanyaku, sembari tetap asyik mengetik di laptop. Aku bahkan tidak menoleh kepadanya, hanya alis mataku yang naik sebentar.…
-
Moving On
“Moving On” dimulai dengan pesan yang sangat jelas. Sebuah keluarga mesti pindah rumah karena sudah nggak sanggup bayar sewa. Jadi, sudah jelas ini tentang kesulitan ekonomi. Ke mana mereka pindah? Ke mana lagi kalau bukan ke rumah orang tua–kakek, bagi dua tokoh utama yang merupakan anak-anak. Hal paling penting yang mungkin berusaha disampaikan oleh film…
-
Berburu Menjangan
Aku mungkin orang paling beruntung di Padma. Bagaimana tidak, baru tiga bulan bergabung dengan Pasukan, sudah tiga kali juga aku merengsek naik posisi hingga mencapai regu penjaga utama. Menurut keterangan dari beberapa pihak, biasanya memerlukan waktu setidaknya dua tahun untuk bisa mencapai posisi yang kuraih dalam waktu singkat ini. Itu pun belum tentu bisa masuk…
-
Nanti Hujan
Ada kawanku sejak SMP namanya Gugun. Dia kerja di mall jadi cleaning service sekaligus kuncen sebuah toko baju. Kami suka nongkrong dan kadang obrolan absurd muncul begitu aja. “Kau nggak pernah takut mati mendadak, Gun?” “Memangnya kalau takut kenapa?” “Ya nggak apa. Nanya doang aku.” “Nggak pernah mikirin itu.” Gugun menyesap rokok filternya. Aku memandang…
-
O
Aku kadang mikir bahwa ketika kita ngomong, “Aku berani,” itu menunjukkan bahwa jauh di lubuk hati kita sebenarnya kita ini takut. Lebih-lebih kalau ditambahi partikel seperti, ‘kok!’, ‘sih!’, atau ‘dong’. “Aku berani kok!” sounds very unconvincing. Apalagi kalau kata-kata itu diucapkan kepada diri sendiri, tanpa ada orang lain yang menjadi pendengar. Kok bisa gitu ya?…
-
Diam
Ustadz Kamran punya seorang istri bernama Soliha. Istrinya ini dari dulu, dari sejak mereka saling mengenal di bangku SD, memang sangat pendiam. Wajahnya pun sangat minim ekspresi. Hampir tidak pernah tertawa. Kalau tersenyum seperlunya. Tidak pernah menangis juga. Kamran muda sempat menyangka Soliha bisu, yang mana hal itu justru membuatnya bersimpati, dan kemudian menaruh hati.…
-
Ketetapan dan Perubahan
Sering kita dengar, “Just be yourself!” Ini—sebetulnya—maksudnya gimana? Apakah harus selalu menjadi diri yang sama dari hari ke hari. Kalau kita seorang pemarah, misalnya, berarti teruslah jadi pemarah, gitu? Kalau—misalnya lagi—ada kawan suka berselingkuh, tepatkah kalau itu dianggap sebagai kediriannya yang tidak bisa mesti diubah? Ini contoh paling random. Gua waktu kecil tidak suka melon.…
-
Eskalasi
“Capek, Nau.” “Terus?” “Gue kepingin mati saja.” “Ada apa lagi sekarang?” “Dosen sinting itu bilang pengambilan dataku kurang random. Lah, anjing, mau serandom apa lagi? Sudah tahu sampelku kecil dan waktuku terbatas.” “Lu tidak usah baper. Namanya dosbing memang begitu. Pasti cari-cari kesalahan. Kan memang fungsi dia begitu. Masa dosbing muji-muji. Setidaknya dia ga suruh…
-
Seperti Tarian tetapi Bukan Dansa
“Ngaku saja. Anda ini kesepian, ‘kan?” “Tidak.” “Lantas kenapa Anda membakar gedung itu?” “Sebab mereka kesepian. Makanya saya bakar. Biar ramai.” “NGGAK!” Arjun menunjuk lelaki itu di depan hidungnya. Matanya melotot menahan emosi. “Anda yang kesepian. Bukan mereka. Itu namanya proyeksi. Ngerti Anda?!” Lelaki itu tetap bergeming. Sejak awal dia memang tidak terlalu peduli kepada…