-
Ikan Koi
Pagi ini tidak sengaja saya membaca salah satu twit random, twit itu bilang, intinya begini: ‘Oh, betapa indahnya jika (aku) hidup sebagai ikan koi, tak perlu sekolah, tak perlu bekerja, hanya berenang-renang cantik sambil blup-blup-blup.’ Perkataan seperti ini sudah sangat sering diucapkan dan sudah terasa wajar, sehingga banyak dari kita mengabaikannya. “Ah, aku pengen jadi…
-
Halah;
Pada suatu sore, yaitu sore ini, saya tiba-tiba terpikirkan tentang diriku sendiri dan diri teman-temanku. Ketika saya menyadari ada begitu banyak perubahan dalam diriku, sekonyong-konyong saya pun berpikir bahwa teman-temanku itu pasti juga banyak berubahnya. Ada yang jadi lebih pintar. Ada yang jadi lebih sholeh. Yang jadi lebih nakal juga banyak sih. Di antara perubahan-perubahan…
-
Jadi Orang
Kita cukup sering mendengar kata-kata seperti ini, “Semoga kalau sudah besar nanti kamu bisa sukses, bisa jadi orang.” Sejak dulu saya selalu iseng bertanya-tanya, ‘Lho, memangnya sekarang belum jadi orang?’ Memangnya ada waktu tertentu ketika seseorang tidak menjadi orang? Apakah seorang bayi belum orang? Apa kriterianya supaya bisa disebut orang? Apakah ucapan ‘jadi orang’ itu…
-
Hantu
Membaca tulisan di halaman-halaman terakhir buku harian Ahmad Wahib membuat saya sedih sendiri. Saya tidak tahu apakah saya berhak merasa sedih seperti ini, tapi sebenarnya kesedihan ini pun tidak sepenuhnya saya rasakan untuk Mas Wahib. Sebagian terasa untuk diri sendiri dan teman-teman seangkatan (usia). Kegelisahan-kegelisahan yang khawatir tidak terjawab hingga ajal menjemput. Bukan berarti hal…
-
Tidak Ada Jalan Mundur
Saya di persimpangan jalan. Mungkin sebenarnya sudah dari dulu berada di persimpangan jalan. Bahkan mungkin sejak kita lahir ke dunia ini kita selalu berada di persimpangan jalan. Entahlah. Saking lamanya sudah berada di dunia ini, saya tidak ingat lagi pilihan-pilihan apa saja yang telah saya hadapi sampai saat ini, sampai saya berada di tempat dan…
-
Fiksi adalah Upaya Kabur yang—sayangnya—Gagal
Kita menyenangi berbagai jenis cerita fiksi—disadari atau tidak—mungkin sebagai suatu mekanisme untuk melarikan diri dari realita pribadi. Bisa jadi karena bosan, hidup monoton tanpa gairah, dipasung rutinitas atau menjadi pihak yang “kalah” alias tidak beruntung. Rasanya sial terus. Tidak ada keberuntungan atau kebaikan yang mampir cukup lama: hidup sial yang membosankan. Sinetron, novel, film, komik,…
-
Vacation
“Mary!” Mary menoleh cepat sambil tersenyum lebar. Aku berusaha berlari mengejarnya, meskipun tahu tidak akan pernah bisa menangkapnya. “Mary!” Mary berlari lebih cepat. Jejak-jejak kakinya tecetak di atas pasir, sebelum kemudian tersapu ombak. “MARY!” Baru setelah aku berteriak tiga kali, Mary pun berhenti berlari. Akhirnya aku bisa menghampirinya, dengan kondisi hampir pingsan karena sekuat tenaga…
-
Meniscayakan Kematian
Entah sejak kapan manusia takut mati. Sepertinya tidak sejak awal. Orang zaman dulu mungkin lebih berani dan terbuka soal kematian. Atau mungkin mereka sama sekali tidak menghiraukannya. Sama seperti kebanyakan kita waktu kecil dulu. Pokoknya, hidup ya hidup aja. Mati, ya mati. Ya sudah. Mau diapakan lagi? Sebetulnya apa yang paling kita takutkan dari kematian?…
-
Negara Manusia
Bagaimana persepsi umum kita atas satu kata ajaib ini? Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar nama suatu negara? Letak geografisnya? Budayanya? Orang-orangnya? Produk unggulannya? Presiden atau rajanya? Ada begitu banyak hal yang membentuk dan mewakili persepsi kita atas negara—dan berbagai entitas sosial lainnya. Sayangnya, kerap kali, hal itu disertai dengan suatu anggapan berbahaya bahwa entitas-entitas…
-
Hubungan
Menjadi manusia adalah mengalami keniscayaan berupa hubungan dengan manusia lain. Tidak ada manusia tanpa hubungan. Bahkan, orang anti-sosial pun ya punya hubungan, yakni penolakan hubungan. Entah dia yang menolak masyarakat atau masyarakat yang menolak dirinya. Seorang ansos sebenarnya tidak bisa benar-benar mengabaikan masyarakat. Pada banyak kasus mereka adalah orang-orang yang—awalnya—sangat peduli, sangat sayang, tapi kemudian…