-
Mimpi dan Embel-embelnya
Setelah sekian lama menjadi tukang mimpi, hampir tidak pernah sekali pun tidur tanpa bermimpi, dan seiring dengan semakin bertambah dan berubahnya pemahaman atas banyak hal, pada titik ini sepertinya saya mulai bisa menguraikan sekian banyak pengalaman bermimpi itu ke dalam struktur yang—ya—lumayan lah daripada tidak ada sama sekali. Dimensi mimpi jelas bukan tempat yang ramah.…
-
SUTET
Bagi penduduk desa itu, sebelumnya, tidak ada yang lebih mewah dari aki isi ulang yang digunakan oleh Pak Lurah untuk menyalakan televisi generasi pertama, di balai desa, setiap malam Ahad. Dan tentu saja si Televisi itu sendiri. Sebetulnya mereka memang sepaket—televisi dan aki. Semua orang berdesak-desakan di pondok yang sempit itu, menonton apa saja yang…
-
Jalan Itu
Sebagian besar dari kita saat ini hidup sebagai figuran. Bukan protagonis utama, juga bukan tokoh jahat utama. Mungkin tokoh sampingan juga bukan. Hanya tokoh yang sekadar lewat saja, sesekali. Kalau mati, tidak ada yang terlalu peduli. Entah sejak kapan orang berpikir bahwa hidup harus selalu menjadi tokoh utama. Bahwa setiap diri kita ini adalah unik,…
-
Insignificance – Menerima
Kadang aku merasa, seluruh dunia ini tidak cukup luas dan sepi untuk kebutuhanku menyendiri. Selalu saja tersadar bahwa masih ada orang lain di suatu sudut sana. Tapi, pada beberapa kesempatan langka, justru terasa lebih sunyi ketika aku berada di tengah keramaian—tentu saja dengan bantuan musik dan headset. Misalnya saat naik commuter. Meski aku benci tempat…
-
Manusia Naif
Sebagian sangat besar dari kita adalah manusia yang sangat naif. Dan kebanyakan kita nyaman dalam kenaifan itu. Nyaman dalam gelembung realitas kita masing-masing, tanpa mau tahu apa yang sebenarnya terjadi. Menjadi naif berarti menghindar dari tanggung jawab, sebagaimana seorang anak kecil yang polos tidak diberi tanggung jawab apapun. Pada dasarnya semua orang juga awalnya, ya,…
-
Sholat di Dalam Hutan
Ada ibadah yang malah merugikan bagi pelakunya, yakni ibadah yang memiliki tujuan atau motif lain selain ibadah itu sendiri. Ibadah yang akhirnya bukan menambah kedekatan kepada Tuhan, tetapi malah menjauhkan. Pertama, ibadah yang membuat pelakunya merasa lebih baik dari orang lain yang tidak melakukan ibadah yang sama dengannya. Masih mending kalau hanya merasa lebih baik.…
-
KALA #1
Waktu itu Kala menutup wajahnya dengan tangan. Ia tidak mau ada satu pun pelayat melihat raut wajahnya. Di rumah itu banyak sekali orang memakai pakaian serba hitam berseliweran. Sudah sewajarnya Kala harus menangis. Begitulah aturan hidup yang dibuat oleh entah siapa. Malah tidak wajar kalau tidak menangis. Warga pasti bergunjing, mengatakan anak itu tidak punya…
-
Utang Sumber Daya
Setiap sumber daya yang kita konsumsi tanpa kesadaran adalah utang. Setiap energi yang kita gunakan tanpa pertimbangan adalah utang. Bahkan pada level paling mendasar, setiap oksigen yang kita hirup secara taken for granted adalah utang. Jangan dikira gratis. Semua hal yang kita pakai ada perhitungannya karena kita hidup secara tidak sinkron dengan alam. Manusia hidup…
-
Terserah
Ada perbedaan mendasar antara orang yang betul-betul menyerah dan orang yang menyerahkan apa yang tersisa kepada Tuhan. Orang yang betul-betul menyerah tidak lagi peduli dengan apa yang sebelumnya diperjuangkan, baik itu hidup maupun tujuan hidup. Biasanya hal ini terjadi karena tekanan yang sudah sedemikian berat dan tak lagi sanggup ditanggung. Orang yang pasrah, di sisi…
-
Status quo
Belajar bisa jadi sangat lambat ketika kita masih terkena sindrom status quo. Ini versi lebih mendasar dari terjebak dalam zona nyaman. Sains mengklaim bahwa otak manusia memang didesain untuk mempertahankan kondisi yang paling favorable bagi dirinya sendiri—meskipun kemungkinan besar si otak ini tidak tahu apa-apa tentang diri. Tapi bagaimana cara otak mendefinisikan kenyamanan? Bagaimana otak…