-
Berbagi Tuhan
Manusia sering membuat pernyataan sentimental bahwa Tuhan berada di pihaknya. Tuhan diasosiasikan dengan kebenaran tertinggi. Lalu, manusia berusaha mengaitkan dirinya pada konsep Sang Absolut ini, tanpa peduli apakah yang ia maksud dengan Tuhan benar-benar Tuhan atau hanya gambaran pribadinya akan sosok Tuhan. Sebenarnya, jika pemikiran merasa-sohib-dengan-Tuhan ini disimpan untuk diri sendiri saja, maka tidak akan…
-
Kasta
Di dalam agama Hindu ada sistem ‘kasta’. Kata ini mengalami cukup banyak kesalahpahaman, terutama dari doktrin sejarah yang menyatakan bahwa agama Islam bisa menjadi mayoritas di Nusantara, salah satu penyebabnya, ialah karena Islam menghapus sistem kasta yang dianggap mengekang masyarakat. Masyarakat kita—katanya—lebih menyukai bentuk komunitas sosial yang egaliter, dan karena semua orang sama derajatnya di…
-
Membangun Citra Tuhan yang Ramah
Ini konteksnya Indonesia. Gambaran tentang Tuhan pada benak kita dipengaruhi secara ketat oleh interaksi kita dengan orang tua, terutama pada masa kanak-kanak. Bagaimana orang tua memposisikan diri mereka akan menjadi patokan seorang anak dalam merumuskan sifat-sifat Tuhan. Secara umum, anak yang jauh dari orang tua, dalam arti miskin interaksi emosional, akan sulit untuk membayangkan imej…
-
Mengejar Uang
Dulu saya sempat masih bingung mengenai apakah kita boleh bercita-cita menjadi orang kaya. Apa salahnya, kan? Yang penting harta kekayaan itu didapatkan dengan cara yang halal—meskipun mungkin kurang patut. Menjadi kaya tentu pernah, atau bahkan masih, menjadi impian banyak orang. Alasannya macam-macam, ada yang demi membahagiakan keluarga, ada juga yang ingin berbuat dermawan, dan mungkin…
-
Membiasakan Otokritik
Dampak terburuk menjadi anggota suatu kelompok adalah berkurangnya obyektifitas kita dalam menilai sesuatu. Sudut pandang kita selalu mengalami bias, bahkan hingga taraf mengaburkan fakta. Hal ini bisa menjadi sumber konflik tatkala terjadi pertemuan kelompok-kelompok masyarakat yang berbeda paham, terutama dalam hal-hal yang berkaitan dengan kemaslahatan publik. Ke depannya, dengan revolusi digital yang sedang bergulir, gesekan…
-
Salah Siapa?
Kalian tidak bisa menyalahkan siapa-siapa ketika hidup kalian susah. Semua pihak terlibat. Mungkin saja orang tuamu, saudara-saudaramu, tetanggamu, para oligark, pemerintah, korporasi global, bahkan alam semesta, atau—tentu saja—dirimu sendiri. Kesalahan bisa ada pada siapa saja, tapi bisa juga ada pada semuanya dengan porsi yang berbeda-beda. Intinya, dunia ini sudah menjadi terlalu rumit untuk menarik faktor…
-
Cita-cita & Cinta
Judulnya agak cringe, tidak? Bagi saya pribadi memang agak sulit menyebut cinta dengan nada serius. Saking saya merasa hal itu sudah basi. Begitu juga dengan cita-cita. Bagi jiwa saya yang saat ini mungkin sedang berumur 60 tahun, cita-cita adalah kemewahan masa muda yang kadang samar-samar terlintas di benak sebagai pariwara dari bentang kekosongan yang meraja…
-
Berpikir Kolektif
Seberapa sering sekolah-sekolah kita mengajarkan diskusi? Sampai tingkat perguruan tinggi, diskusi tidak menjadi metode utama dalam pendidikan, baik antar siswa atau mahasiswa, maupun diskusi dengan pengajar. Ada jarak yang amat jauh antara peserta didik dan guru. Di kampus-kampus utama pun, dosen tetap menjadi dewa yang enggan disentuh pemikiran liar mahasiswa. Apalagi di sekolah-sekolah di pelosok…
-
Ritual
Setiap agama punya ritual tertentu. Ritual yang menjadi pembeda dan identitas masing-masing kelompok. Secara teknis mungkin terdapat kemiripan dalam ritual antara agama-agama yang berkerabat sejarahnya. Walau bagaimanapun, seharusnya hanya dalam hal inilah agama-agama itu benar-benar berbeda. Bukan dalam hal-hal menyangkut kebaikan universal. Seharusnya semua agama seragam dalam mendefinisikan kebaikan untuk bersama. Namun, jika ditarik lagi…
-
Label
+Kamu Islam bukan, sih? -Iya. +Tapi kok suka membahas Tuhan secara bebas, kayak liberal saja? -Iya. +Jadi, kamu Islam liberal, ya? -Bukan. +Kamu setuju bahwa akal di atas wahyu? -Tidak ada yang di atas atau di bawah. +Kamu setuju dengan kebebasan penuh? -Tidak. +Kamu setuju kalau negara diatur oleh agama? -Tidak. +Jadi kamu tuh sebenarnya…