Lunarisla


SIMPANG SATU

Akhirnya, setelah sekian lama, aku tiba lagi di persimpangan jalan. Entah kapan terakhir kali aku harus ambil pilihan yang cukup besar dalam hidup. Ke mana kah pilihanku di persimpangan yang sebelumnya membawaku?

Huft~

Aku resign dari Ilalang.

Ini keputusan berat. Semenjak aku memutuskan, selalu sedih bawaannya. Aku udah terlanjur sayang sama anak-anak di Ilalang, baik yang kuajar langsung maupun yang bukan binaanku.

Tapi rasanya kayak ga ada pilihan lain. Mungkin begini kali ya perasaan orang-orang Papua dulu ketika referendum. Terkesan ada dua pilihan, tapi sebenarnya dipaksa untuk milih opsi yang itu.

Aku mungkin harus ke Jakarta. Kalau PPKM selesai, kemungkinan besar aku bakal harus kembali jadi anak kos. Jujur, di samping agak excited (for the new job), sebetulnya aku rada takut juga. Baru kali ini aku sadar bahwa ternyata aku ini tidak terlalu bisa menerima perubahan yang mendadak. Agak serem sih.

Tapi harus belajar. Ga ada yang ga bakal berubah di dunia ini.

Sudah terbayang juga kalau nanti bakal ketemu kolega baru. Selama ini di Ilalang, kolegaku cuma dua orang, dan semester baru ini cuma nambah satu. Di tempat baru ini, sepertinya aku akan ketemu sama banyak orang. Aku ga mau ekspektasi apa-apa. Cuma kalau bisa aku pengin jadi orang pendiem. Atau setidaknya terkesan pendiem. Aku kangen zaman-zaman aku pendiem banget dan ga bakal mungkin mengalami yang namanya oversharing alias kebanyakan bacot.

Semoga bisa belajar banyak. Aku. Kamu juga.

Dipublikasikan oleh


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai