Lunarisla


AnTaRa

Engap banget rasanya. Bukannya nggak ada orang di sekitar. Bukannya nggak ada orang yang bisa diajak ngobrol. Rasanya semua kondisi fisik di sekeliling udah nggak ada artinya lagi di hadapan sepi sialan ini. Nggak tahu lagi harus lari ke mana. Dan sialnya memang saat ini justru yang paling dibenci adalah lari. Ngapain sih lari terus? Kayak beneran bisa lari aja dari semua ini. Nggak! Nggak akan pernah bisa! Mau mati seribu kali pun, tetep aja mesti dihadapi, kan? Jangan lari! Jangan sembunyi (lagian, mana bisa). Ternyata sepi dan lega memang identik. Mungkin memang begitu. Mungkin, iya.

Dipublikasikan oleh


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai