Lunarisla


Searching

Hal pertama yang bikin saya senang dengan film ini adalah casting-nya yang memilih orang Asia. Selalu menarik mendengar orang non-native berbicara bahasa Inggris, ya, meskipun di film ini aksen Asia Timur itu tidak terlalu kelihatan. Dari hype di akun @watchmenID saya yakin bahwa film ini layak untuk ditonton, tapi karena berbagai hal, akhirnya saya baru menonotonnya setelah ada yang menyarankan alias sudah semalas itu dengan kehidupan ini, wkwkwk.

Tema yang diangkat sangat menarik. Premisnya juga jelas, thanks to the hype yang secara tidak langsung kasih spoiler gratis. Plot twist segala macamnya bagus, thanks to the hype saya jadi tidak terkesima lagi karena sudah mengantisipasi. Thanks to the hype juga karena sudah bikin ekspektasi saya rada tinggi. Untung filmnya tetap bagus, tapi ya jadi kurang BUM! aja gitu kalau dari awal sudah berharap terlalu tinggi.

Mengenai teknik penyampaian cerita yang semuanya melalui layar komputer atau gadget, saya jadi ingat film Chronicle dan Cloverfield yang punya teknik mirip—semuanya pakai handycam dan kamera cctv. Chronicle lebih greget lagi karena tidak pakai background music. Murni seperti menonton real footage. Tapi, ya, Searching juga punya kelebihan tersendiri karena saya rasa tidak gampang bikin screenplay seapik itu. DoP-nya malah paling santai, sepertinya. Well, saya menantikan film-film dengan teknik penyampaian cerita seperti itu.

Dari segi perfilman sepertinya tidak perlu dibahas lagi. Intinya, saya setuju-setuju saja bahwa film ini memang apik. Buat saya yang paling penting dari sebuah film adalah cerita yang solid, dan Searching punya cerita yang bukan hanya solid tapi juga intense.

Aspek lain yang menurut saya sangat penting pada film ini adalah bagaimana ia menggambarkan realitas yang terjadi di dunia nyata (atau maya) dengan sangat tepat. Bagaimana teknologi berhasil membuat semacam fondasi baru dalam tata cara manusia berinteraksi. Ngeri juga membayangkan hal-hal jahat yang bisa terjadi di internet. Di akhir cerita film ini, tokoh utamanya berhasil diselamatkan. Bagaimana jika hal serupa terjadi betulan di dunia nyata?

Pernah dengar deep web? Pernah berkunjung? Katanya sih di sana ada situs-situs yang mempertontonkan sisi kebiadaban manusia yang paling mengerikan. Saya masih skeptis dengan informasi tersebut, tapi rasanya tidak perlu pergi ke deep web untuk mengakui bahwa manusia memang jahat.

Tema utama lainnya yang diangkat oleh Searching adalah hubungan keluarga. Tema ini cukup relatable bagi saya secara pribadi karena saat ini memang sedang mengalami diskomunikasi paling parah dengan keluarga. Keadaan saya masih lebih baik sih karena tidak sampai hilang atau diculik. Wait, that give me an idea, apa saya harus diculik saja ya, biar masalah diskomunikasi ini bisa diatasi? Siapa tahu bencana komunikasi ini bisa diperbaiki melalui peristiwa semacam itu. Hahah, tapi siapa juga yang mau menculik orang seperti saya. Alien, paling.

Intinya, membangun suatu keluarga bukan urusan sepele. Ada saja rintangannya, bahkan jika kita menganggap semua sudah baik-baik saja dan terencana. Life will come at us with no caution. And when life gives you lemons, jangan lupa baca bismillah sebelum mengunyahnya. 😉

Dipublikasikan oleh


Tinggalkan komentar

Rancang situs seperti ini dengan WordPress.com
Mulai