
Pagi akan segera datang
Tetapi tidak seketika
Tidak tiba-tiba tiba
Sebagaimana mestinya
Sebagaimana seharusnya
Pagi akan menggeser gelita
Sebelumnya dalam gelap
Dalam dingin udara yang menggigih
Ketika setiap inci sel tubuhmu minta berhenti
Ketika sorot matamu tak lagi punya sumbu
Kamu mungkin sudah tidak kuat
Memohon pada siapapun yang nyata,
“Tolong dong, kerat saja isi kepala saya,”
Begitu beratnya siksa aliran waktu
Hingga tubuhmu biru-biru
Begitu dalamnya rasa lupa menjangkiti kita semua
Menjelang dini hari memang yang terkelu
Bukan cuma suara-suara membeku
Tapi juga puncak sang maha mencengkeram jiwa
Penghabisan
Dendam-dendam yang disusun serupa pustaka
Rasa ingin ada yang tak mau fana
Trauma dan luka menjelma raksasa
Semua itu harus musnah dari manah
Supaya harapan bisa memugar
Sehingga ego turun takhta
Biar yang pantas
Bergegas!
Sekitar waktu dhuha kita akan mendaras mantra
Merayakan cahaya
Tinggalkan komentar