Aku ingin melipat bumi aku ingin bisa membakar cahaya lalu mengenang keberadaannya seperti mendiang ibuku Aku sungguh bingung kenapa setiap orang mau cepat sampai apalagi aku padahal tak ada mana-mana yang dituju inilah tujuan kita detik dan pijakan ini, semua Aku sering takut kepada waktu dia memang kejam dan tidak pandang bulu seandainya bisa kutaklukkan kujadikan dia tetap terhormat tak kujadikan budak apalagi serdadu Aku pernah dibohongi aku kira makna bisa terkelupas pada akhirnya seperti inti bumi yang jelas batasnya atau seperti biji kelapa ternyata tidak begitu lalu kukira ia seperti bawang merah kau kupas terus menerus tak kau dapatkan apa-apa lalu kau pun mengambil siung lainnya ternyata tidak begitu juga lalu seperti apa? apa dia betul-betul tidak ada? tidak juga mutlak ada juga tidak aneh memang Aku tidak selalu suka dengan suaraku sendiri pada banyak kesempatan aku mengkritiknya dengan pedas anehnya tidak sakit tapi kalau kata-kata yang sama keluar dari sungut orang lain kenapa jadi sakit, ya? begitukah tabiat asli manusia, seandainya ada? Aku tersandung bisa jadi oleh batu bisa jadi labu atau mayat seorang teman yang tak berhasil kutolong untungnya tidak banyak maksudku teman Aku kadang sedih tapi tidak setiap saat Aku sudah jadi lebih dewasa karena luka sedikit lebih tenang dan tidak buru-buru lebih cakap dalam mengatur kata-kata dan yang paling penting soal serba-serbi rasa Aku tahu diri menurut anggapanku begitu aku tidak mau memaksakan apapun, pada siapapun, untuk alasan apapun tidak ada hak apalagi kewajiban hanya potongan kertas tak punya rupa Aku selalu bermimpi mungkin ini kutukan, aku tidak tahu terkadang memang berat rasanya lelah dan trauma tapi tak jarang bikin segar juga Sepertinya aku tidak perlu protes lagi lagipula, pada siapa? Iya kan?
Tinggalkan komentar