Seandainya kita punya mata elang
melihat apa yang di hadapan
dengan jernih
bersih
tanpa tendensi untuk memunculkan apa yang tidak ada
atau meniadakan apa yang benar nyata.
Seandainya jarakmu tidak sejauh itu
dalam genggaman
atau bahkan perjalanan
lubang hitam saja jadi tampak dekat
padahal ia tak tergapai.
Seandainya aku tak memerlukan ingatan
untuk hidup yang ringkas
untuk kematian yang sekilas
juga untuk semua pertemuan dan perpisahan yang bergulir,
tapi kureguk semua itu
cuma supaya bisa ingat kamu.
Seandainya kaki kita tak menjejak bumi
sehingga lelah menghampiri
juga rasa sepi
dan ungkapan-ungkapan yang terselip di lidah
tak pernah bisa disampaikan,
tapi kau pernah bilang,
“Bukankah menakjubkan semua ketidakpastian ini?”
Seandainya kita ini ulat saja
segera berubah ketika tiba waktunya
segera terbang saat sudah masanya
bercengkerama sesaat,
lalu hilang dalam putaran daur ulang.
Seandainya saja kamu tak perlu kutemukan
namamu tak perlu kuhafalkan
perasaanmu tak perlu kupastikan
siapapun kamu
dalam ingatan maupun masa depan
aku tak mau takut kehilangan.
Seandainya saja aku berani.
Tinggalkan komentar